coba

Terkirim November 8, 2011 oleh apiklho
Kategori: Uncategorized

http://www.4shared.com/embed/73297554/cb099885

coba-coba

Pelajaran tentang menghafal Al Qur’an

Terkirim April 19, 2010 oleh apiklho
Kategori: Uncategorized

Tags: , , , , , , , ,

Pada tanggal 17 April 2010 di Salman diadakan sebuah acara yang berjudul The Infinity of AlQur’an yang terdiri dari talkshow dan bedah buku.

Pada talkshow tersebut hadir sebagai pembicara M Hasan S., Kang Mumun dan Ibu dari M. Nashih. Beliau- beliau ini adalah sebagian manusia pilihan yang telah menghafal Al Qur’an. Sedangkan pada bedah buku Doktor Cilik hadir Ibu Dina Y Sulaeman sebagai penulis buku tersebut.

Baiklah kita mulai mengambil pelajaran dari acara pertama.

Menurut Kang Hasan, ada beberapa alasan mengapa kita harus menghafalkan Al Qur’an. Ada sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa pada hari akhir nanti AlQur’an akan mendatangi para manusia penghafal AlQur’an dalam bentuk manusia. Lalu ia akan memakaikan sebuah mahkota yang bercahaya dan cahayanya lebih terang dari sinar matahari. Selain itu, orang tua penghafal Al Qur’an akan diberikannya sebuah jubah yang jika dibeli maka seluruh harta dunia tak kan sanggup untuk menyamai harganya. (artinya tak terbeli).

Kang Hasan mengatakan bahwa keluarga beliau merupakan keluarga yang islami sehingga segalanya diatur secara islam. Hal itulah juga yang membuat beliau mempu menghafalkan AlQur’an hingga sekarang. Beliau menghafal AlQur’an  bahkan sejak kecil. Tidak heran jika beliau sudah mengoleksi lebih dari 20-25 juz hafalan AlQur’an. Beliau berujar bahwa biasanya waktu menghafalkan AlQuran paling tepat adalah saat setelah subuh. Karena pada saat itu urusan kuliah belum begitu mengganggu, misal PR. Selain itu, otak masih fresh. Menurutnya, hambatan dalam menghafal adalah mengantuk saat menghafal dan mudah lupa.

Pembicara selanjutnya adalah Kang Mumun. Beliau adalah seorang tunanetra yang mampu menghafal AlQuran. Dengan segala keterbatasan beliau mampu untuk mengoleksi sedikitnya 20 juz hafalan AlQuran. Beliau mulai menghafal AlQur’an di Wiyata Guna pada tahun 2002. Beliau mangatakan bahwa hal pertama yang harus kita lakukan adalah meyakini bahwa AlQuran adalah pedoman hidup kita. Dengan begitu, kita akan merasa bahwa menghafalkan ALQur’an adalah suatu kebutuhan. Beliau adalah orang yang luar biasa sebab untuk menghafalkan AlQur’an sebab beliau harus sanggup berkosentrasi penuh untuk menghafalkan, selain itu beliau menghafalkan dari AlQur’an braile yang untuk membacanya saja butuh konsentrasi penuh. Hambatan yang pernah beliau alami adalah ketika tangan beliau patah dalam sebuah kecelakaan (terjatuh dari pohon), karena hal itu, beliau jadi tidak bisa membaca ALQur’an Braile sampai tangannya sembuh. Selain itu, untuk mempertahankan semangat menghafal AlQur’an adalah adanya kesadaran dari diri sendiri dan mempunyai teman yang dapat saling mengingatkan untuk tetap menghafal. Beliau selalu menyempatkan 15-30 menit dalam sehari untuk menghafal AlQur’an di sela kesibukannya. Kata beliau, supaya cepat hafal, ayat yang baru dihafal hendaknya dipakai saat sholat.

Pembicara selanjutnya adalah ibu dari M Nashih S. Beliau menjelaskan bahwa seorang anak akan dapat menghafal AlQur’an dengan cepat jika perasaannya senang terhadap AlQur’an. Beliau mengungkapkan bahwa beliau sering melantunkan ayat-ayat AlQur’an semenjak sang anak masih di dalam kandungan. Setelah lahir, sang anak selalu diperdengarkan ayat-ayat AlQur’an hingga ayat AlQur’an menjadi kian familiar dengan anak. Setelah sang anak agak besar barulah ia diberi hafalan oleh sang Ibu. Untuk mempermudah proses hafalan, sang anak biasanya dipancing dengan barang yang disukainya, begitu tutur Sang Ibu. Setelah hafalannya agak banyak dan sang anak siap, maka sang anak dititipkan di sebuah pondok pesantren untuk menghafal AlQur’an. Begitulah hingga sang anak menjadi Hafidz AlQur’an.

Sekarang, mari kita perhatikan jadwal dari sang ibu. Setelah beliau melaksanakan sholat Tahajjud, pada pukul 03.00 beliau mengajarkan AlQur’an pada anaknya yang masih kecil. Setelah sholat subuh beliau menambah hafalan baru bagi anak-anaknya. Kemudian beliau bekerja. Setelah sholat maghrib, anak anak beliau mempunyai tugas mandiri untuk menambah hafalan ataupun mengulang hafalan yang tadi diberikan. Begitulah jadwal beliau. Saya tidak begitu detail memperhatikannya.

Acara talkshow ini berakhir saat menjelang sholat ashar.

Setelah sholat Ashar, maka acara dilanjutkan dengan bedah buku doktor cilik oleh Ibu Dina Y Sulaeman. Beliau adalah orang Indonesia yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di Iran. Beliau tinggal di sana selama 8 tahun. Pada awalnya beliau kuliah di sebuah universitas, namun beliau tidak menamatkan kuliah nya tersebut dan memilih untuk bekerja di sebuah stasiun radio. Saat berada di sana beliau mengetahui bahwa ada komunitas untuk menghafal AlQur’an bagi anak-anak yang bernama Jami’atul Qur’an. Komunitas tersebut menggunakan cara tersendiri supaya sang anak bisa menghafal AlQur’an, diantaranya adalah dengan isyarat tangan. Dengan cara ini, dipercaya bahwa ingatan akan ALQur’an tidak akan mudah lepas. Selain itu, ayat-ayat pertama yang dihafalkan adalah ayat-ayat pilihan yang berhubungan dekat dengan anak kecil, sehingga anak -anak kecil. Menurut beliau, hal ini dimaksudkan untuk pengkondisian sang anak supaya siap dan senang dalam menghafalkan ALQur’an. Beliau sempat menitipkan anaknya di komunitas ini. Majelis ini didirikan oleh seorang ayah yang sudah hafal Al Qur’an. Beliau adalah ayah dari Muhammad Husein Tabataba’i, manusia yang telah menjadi Hafidz saat usianya baru menginjak umur 5 tahun. Pada awal menikah, sang ayah dan ibu belumlah hafal AlQur’an, tetapi saat itu juga pasangan ini mulai berkomitmen untuk menghafalkan AlQur’an. Di Iran, biasanya ada majelis tersendiri untuk menghafalkan AlQur’an, lalu ikutlah mereka pada majelis tersebut. Ketika anak mereka lahir, sang anak ikut diajak ke majelis tersebut. Dan dengan metode Jami’atul Qur’an yang tadi anak-anaknya mulai diajari AlQur’an. Mungkin dengan jalan inilah sang anak mampu untuk menghafal dengan sangat baik. Muhammad Husein Tabataba’i mendapat gelar doktor kehormatan dari sebuah universitas Islam di Inggris karena beliau mampu lulus ujian doktoral dari universitas tersebut yang berlangsung selama 210 menit. Beliau memenuhi 5 kriteria yang ditetapkan untuk bisa lulus dari ujian tersebut. Dan dengan izin ALLOH, beliau yang pada saat itu masih kecil lulus dan diberi gelar doktor Honoris Causa. Luar Biasa, Subhanalloh..

Begitulah pelajaran yang dapat kami sampaikan pada pembaca. Maafkan jika kurang berkenan.

Salam sukses selalu.

Hanya ALLOHlah yang mengetahui hakikat kebenaran.

Wassalamu’alaikum..

Ujian Nasional itu mudah

Terkirim Maret 26, 2010 oleh apiklho
Kategori: Uncategorized

Tags: , , , , , , ,

ujian nasional
aku gak ngerti apa maksudnya
aku tahu
ujian nasional bukanlah parameter yang tepat untuk lulus
tapi setidaknya
soal ujian nasional itu mudah
mudah
aku jamin mudah
bagi orang yang memang belajar
kalo ada yang bilang itu gak diajarin
terus ngapain aja waktu sekolah kemaren
aneh
kalo cuman nyontek ngapain ke sekolah
nyontek itu kan gak jujur
kalo buat ijasah palsu juga gak jujur kan’
sama kan
trus ngapain sekolah
mending cari ijasah palsu
kasihan tuh mereka yang pada pingin belajar tapi gak bisa
karena kamu
karena kamu telah mengambil kursi dari mereka
ujian nasional
buat apa sih
kalo para guru pengawas gak ada yang peduli
gak peduli
kalo ada yang nyontek
kalo ada yang bertukar jawaban
kalo ada yang tidur
terus apa hasil para pimpinan yang matimatian buat soal ujian nasional
nihil
gimana sih
katanya pada dewasa
akh
masa sih aku yang dibilang belum dewasa ini tahu kalo mereka gak bener
pasti ada yang salah
terus guru yang menjadi panutan mengajari apa
apa cara mencontek
apa cara mendapat nilai bagus
apa tidak menjelaskan mengapa kita harus belajar
sepertinya kejujuran itu gak penting ya pak dan bu guru
kalo emang gak niat jadi guru mending gak usah deh
siswa nya juga
kalo gak niat mending keluar aja deh
tapi
mereka berkata
aku masih butuh sekolah
karena aku butuh ijazah
untuk bekerja kelak
aku harus mendapat nilai baik bagaimana pun caranya
aku harus
mau nyontek
mau belajar
terserah aku
ini hidupku

aku harus bekerja
aku harus menghidupi keluargaku

ya ya ya
kalian memang harus hidup
kalian memang harus membahagiakan ortu kalian
tapi berjanjilah
jika kelak kalian memiliki keturunan
kalian tidak akan menjadikan mereka seperti kalian
didiklah mereka dengan baik
aku hanya ingin kehidupan kita lebih baik
titik

(maaf bila banyak kata yang menyakiti perasaan)

I Miss U, Ya Rasulullah..

Terkirim Juni 26, 2009 oleh apiklho
Kategori: Uncategorized

Tags: , ,

Ada yang mengatakan bahwa saat ini adalah akhir zaman. Tapi tidak sedikit yang berusaha menyanggahnya.
Menurut sebuah hadits, pada akhir zaman umat islam akan menjadi beberapa golongan dan hanya satu yang akan selamat. Karena hadits inilah beberapa golongan memproklamirkan golongan nya adalah golongan yang selamat itu.
Hal inilah yang makin membuatku bingung, lebih bingung daripada kehilangan uang sepuluh ribu rupiah.
Aku harus gimana?? Aku harus ikut yang mana?? Kenapa sih golongan-golongan itu saling menjatuhkan??
Misalnya aja nih.. Di suatu daerah, ada yang menerbitkan buletin dari golongannya hanya karena mereka memandang buletin yang diterbitkan golongan lain sangat berbahaya bagi masyarakat. Dalam buletin tersebut sangat jelas tersirat keinginan untuk menjatuhkan golongan yang dianggap berbahaya tersebut.
Setelah aku berpikir-pikir .. ternyata.. semua ini terjadi karena tidak ada nya pemimpin seperti Nabi Muhammad SAW.. Beliau sanggup menyatukan umat Islam.. Bayangkanlah bila Ia ada di sini.. Betapa indahnya dunia ini..
Ya Rasululloh… I Miss U!!!

Semoga Allah memberikan kita semua petunjuk-Nya serta ridlo-Nya.. Aamiin..


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.